Rektor Uniska MAB Resmi Dikukuhkan Jadi Guru Besar Ilmu Manajemen Pemasaran Strategi

 

Barito Kuala, bbs-news.id - Rektor Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Muhammad Arsyad Al Banjari (MAB), Prof.Dr. H. Mohammad Zainul, S.E, M.M telah resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Manajemen Pemasaran Strategi, di Auditorium Lantai 4 Gedung Rektorat Uniska Handil Bakti, Kabupaten Barito Kuala, Kamis (2/4/2026).

Zainul menyampaikan, jabatan guru besar merupakan jenjang tertinggi bagi dosen dan tantangan terbesar biasanya ada pada publikasi jurnal internasional bereputasi.

"Sehingga dari pencapaian menjadi guru besar tersebut menjadi tanggung jawab untuk terus mendorong lahirnya profesor baru di Uniska MAB," katanya.

Zainul membeberkan, Uniska MAB memberikan bantuan sekitar Rp15 juta untuk satu jurnal internasional bereputasi, Rp4 hingga 8 juta untuk penelitian dan pengabdian hingga Rp100 juta untuk pengukuhan guru besar.

Dalam mendukung hal itu, kampus mengalokasikan anggaran Tridharma, mulai dari penelitian, pengabdian masyarakat hingga publikasi jurnal internasional.

"Maka dari itu, langkah ini dinilai sebagai upaya serius kampus dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya akademik di tengah semakin ketatnya persyaratan menjadi profesor," tuturnya.

Ketua Badan Pengurus Yayasan Uniska MAB, Drs. H. Budiman Mustafa Ideham menambahkan, Prof.Dr. H. Mohammad Zainul, S.E, M.M merupakan guru besar ke-17 di Uniska MAB. "Sehingga dapat menambah kekuatan akademik kampus swasta terbesar di Kalsel," ungkapnya.

Ia menyebutkan, sekarang sudah ada 21 dosen bergelar S3 dengan jabatan Lektor Kepala yang terus berproses menuju profesor tetapi syarat pengajuan kini lebih berat dengan kenaikan angka kredit dari 750 menjadi 850 serta kewajiban dua jurnal internasional. "Maka dari itu, kami terus mendukung agar dosen bisa memenuhi syarat tersebut," imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Rektor II Uniska MAB, Dr. Galuh Nashrulloh KMR, S.Ag, M.Ag mengatakan, memang dukungan kampus terhadap percepatan guru besar telah berjalan sejak 2022.

"Karena keberadaan profesor penting dalam meningkatkan kualitas akademik, termasuk sebagai reviewer dan penguat Tridharma," jelasnya.

RZQN