Kader Asal Kalsel Martapura ini Menjadi Panlih Pusat Muktamar Muhammadiyah 48 di Manahan Surakarta


Surakarta,Bbs-news.id
  -  Muktamar adalah permusyawaratan tertinggi di Muhammadiyah. Selain momen regenerasi, Muktamar adalah momen silaturahmi dan kolaborasi warga persyarikatan se-Indonesia bahkan Dunia. Muktamar tahun ini merupakan Muktamar ke-48 yang akan dilaksanakan pada 18-20 November 2022 di Surakarta, Jawa Tengah.

Selain momentum tersebut hal yang ditunggu adalah pemilihan formatur serta memilih Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Ada hal menarik yang menjadi perhatian adalah ada sosok muda di Panitia Pemilih Pusat Muktamar Muhammadiya 48 ini, yaitu Muhammad Abid Mujaddid.


Seorang kader asal Martapura Kabupaten Banjar ini yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum PW IPM Kalimantan selatan serta 2 (dua) periode di Pimpinan Pusat IPM sebagai Ketua Bidang (2016-2020). Abid merupakan perwakilan unsur Angkatan Muda Muhammadiyah ditingkat Pusat sebagai Panlih Pusat Muktamar Muhammadiyah ke-48.


Abid mengatakan “sampai sebelum pelaksaan Tanwir dan Muktamar,sudah melaksanakn simulasi sebanyak dua kali, alhamdulillah semua aman jadi ini pertama kalinya menggunakan e-voting ,kalau Muktamar kemarin hanya e-counting. Sekarang full e-voting dari pemilihan sampai perhitungan suara. Jadi saat ini Bersama tim IT UAD (Universitas Ahmad Dahlan),UMS (Universitas Muhammadiyah Surakarta) sudah menyiapkan dengan baik”.


semoga e-voting ini berjalan dengan lancar sehingga bisa digunakan untuk Musywil, Musyda dan permusyawaran lainya di Muhammadiyah. Ini juga sebagai bagian dari kemajuan Muhammadiyah dalam ranah kecil. Ujarnya.


Abid yang juga sebagai Mahasiswa Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berpesan kepada seluruh Muktamarin agar tetap mengikuti aturan,nanti prosesnya panitia akan mengasih ID Peserta besertaBarcode nya yang nanti hanya dibuka satu kali layar yang akan terbuka dari nama-nama dan nomer peserta kemudian baru bisa di submit,nanti akan diprint otomatis sebagai back up kalau terjadi apa-apa. 


Tetapi kami berharap tidak terjadi apa-apa,tetapi kami harus mengantisipasi dan yang terpenting adalah kerasahian harus tetap terjaga, kami terus mencoba menjaga kerahasiaan dan kami semua menjaga kode etik panlih.


Bahkan fakta menariknya kata Abid “panlih menyediakan 50 Komputer dengan layar touch screen,jadi para sepuh akan dipermudah dalam proses pemilihan.” (Alb)