TIM PENGABDIAN PSPD FK ULM BERI EDUKASI MASYARAKAT RT. 14 DESA MUARA BANGKAL KELURAHAN TANJUNG PAGAR BANJARMASIN

BBS-NEWS, ID - BANJARMASIN  :  Tim pengabdian Program Studi Pendidikan Dokter (PSPD) FK ULM yang diketuai oleh dr. Asnawati, M.Sc. dengan anggota Dr. dr. Dewi Indah Noviana Pratiwi, M.Kes., Sp.PK (K) dan dr. Maria Ulfah, M.Si.Med.  dan dibantu 3 orang mahasiswa Ellen Ayuningtyas Pratidina, Siti Ratna Jinan F.H, dan M. Ihrammuf Tezar pada hari ini Sabtu tanggal 10 Juli 2021 mengadakan pengabdian kepada masyarakat di Rt 14 desa Muara Bangkal Kelurahan Tanjung Pagar, Banjarmasin. 

Kegiatan pengabdian dengan judul “Edukasi Kesehatan dengan Metode Health  Belief  Models sebagai Stimulus Perubahan Perilaku Masyarakat Desa Muara Bangkal dalam Pemanfaataan Sungai sebagai Sarana MCK (Mandi, Cuci, Kakus)” ini bertujuan memberikan edukasi kepada warga yang tinggal di bantaran sungai dan melakukan aktivitas MCK di sungai tersebut. 

Alasan pemilihan lokasi pengabdian di Rt 14 desa Muara Bangkal ini adalah karena masyarakat desa Muara Bangkal masih menggunakan sungai aktifitas sehari-hari, baik untuk mandi, mencuci, maupun untuk buang air besar dan buang air kecil.

Penggunaan WC (jamban) di pinggir sungai masih digunakan oleh masyarakat desa Muara Bangkal dan 1 jamban digunkan bersama-sama untuk 3 atau 4 KK. Tentu saja keadaan ini harus menjadi perhatian karena pembuangan tinja yang tidak sanitair dapat menyebabkan penyebaran berbagai macam penyakit.

Banyak faktor yang menyebabkan masyarakat desa Muara Bangkal menggunakan sungai sebagai sarana MCK yang diakui sudah dilakukan secara turun temurun, yaitu  faktor geografis yang terletak persis di pinggir sungai, faktor sosial ekonomi, maupun faktor budaya. 

Salah satu faktor budaya yang menyebabkan perilaku masyarakat tersebut adalah kurangnya pengetahuan masyarakat setempat tentang risiko kesehatan yang akan ditimbulkan oleh perilaku menggunakan sungai sebagai sarana MCK. 

Desa Muara Bangkal merupakan salah satu desa di Banjarmasin yang memiliki budaya sungai sehingga hampir setiap kehidupan masyarakatnya berhubungan dengan sungai. Bagi masyarakat yang tempat tinggalnya berada di daerah pinggiran sungai, sungai menjadi hal yang tidak terpisahkan karena mereka menggunakan sungai untuk kehidupan sehari-hari mereka seperti minum, mandi, mencuci, atau dalam istilah lain mereka menggunakan sungai untuk MCK. Selain itu, sungai juga sering menjadi area bermain bagi anak-anak.

Masyarakat desa Muara Bangkal memiliki kesadaran yang rendah untuk menjaga kesehatan lingkungan, dimana mereka masih membuang sampah atau limbah rumah tangga yang berpotensi pada timbulnya suatu penyakit ke sungai. Kecenderungan dan sudah menjadi kebiasaan sebagian masyarakat desa setempat BAB di jamban yang tidak sehat, yaitu jamban yang menyalurkan tinjanya langsung ke sungai. 

Apabila masyarakat menggunakan sungai sebagai sarana MCK, maka limbah yang dibuang ke sungai tersebut dapat menurunkan kualitas dari lingkungan serta menimbulkan berbagai rnacam penyakit yang berpengaruh pada kesehatan. 

Kegiatan pengabdian ini memberikan stimulus-stimulus untuk merubah perilaku menggunakan sungai sebagai sarana MCK dengan menyadarkan masyadarkan masyarakat melalui metode Health Belief Model (HBM), yang meliputi persepsi kerentanan (perceived susceptibility), persepsi keparahan (perceived severity), persepsi manfaat (perceived benefits) dan persepsi hambatan (perceived barriers). 

Pemberian materi cara coaching dengan metode HBM ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang bahaya penggunaan sungai sebagai sarana MCK bagi kesehatan. Dengan demikian akan menjadi stimulus atau motivasi bagi masyarakat desa Muara Bangkal untuk berkeinginan merubah perilaku menggunakan sungai sebagai sarana MCK. 

Intervensi permasalahan ini memang tidak bisa hanya melalui edukasi saja, tetapi harus melibatkan peran serta masyarakat dan kerja sama lintas sektoral. Oleh karena itu, diharapkan kegiatan ini akan berkesinambungan dan berkolaborasi dengan pihak-pihak terkait agar masyarakat Muara Bangkal dapat merubah perilaku yang tidak sehat ini.

Pihak puskesmas Beruntung Raya berterima kasih atas partisipasi tim pengabdian PSPD FK ULM dalam melakukan edukasi kesehatan utk masyadakat d wilayah kerja puskesmanya dan berharap terus terjalin kerja sama yang baik antara puskesmas dan fakuktas kedokteran untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.(AN/Juns)