Dalam kegiatan tersebut, PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports membagikan kudapan dan masker kepada para pengguna jasa bandara. Bantuan tersebut diberikan untuk menjaga kenyamanan, keamanan, dan kesehatan penumpang selama menghadapi dampak gangguan penerbangan.
Selain menyasar pengguna jasa, bantuan juga disalurkan kepada Posko Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) yang berada di sekitar kawasan bandar udara. Bantuan yang diberikan berupa kebutuhan logistik, masker, dan suplai air untuk mendukung petugas dalam menjalankan tugas penanggulangan karhutla.
General Manager Bandara Internasional Syamsudin Noor, Stephanus Millyas Wardana, mengatakan kegiatan tersebut merupakan wujud empati sekaligus komitmen manajemen dalam memberikan pelayanan sepenuh hati kepada masyarakat.
“Empati kami atas kondisi penerbangan yang terdampak kepada para pengguna jasa kami wujudkan melalui act of service berupa pemberian kudapan dan masker demi keamanan serta kesehatan,” ujar Millyas.
Menurutnya, pelayanan tersebut diharapkan dapat membantu pengguna jasa merasa lebih nyaman sekaligus menciptakan pengalaman perjalanan yang tetap positif di tengah kondisi kabut asap.
“Kami berharap upaya pelayanan sepenuh hati ini dapat dirasakan oleh pengguna jasa dan menciptakan pengalaman berkesan bagi konsumen. Selamat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman, kami siap memberikan pelayanan dengan sepenuh hati,” tambahnya.
Kegiatan service recovery action ini juga menjadi bagian dari peringatan dua tahun perjalanan transformasi InJourney Airports. Momentum tersebut diawali dengan doa bersama seluruh pegawai sebelum pelaksanaan pekerjaan dan operasional bandara.
Manajemen dan pegawai selanjutnya melakukan penanaman Pohon Kayu Ulin. Penanaman tersebut memiliki nilai historis karena Bandara Internasional Syamsudin Noor sebelumnya dikenal sebagai Lapangan Terbang Ulin, yang pada masa lalu memiliki landasan berbahan kayu ulin.
Selain mengingatkan pada sejarah bandara, penanaman Pohon Kayu Ulin menjadi simbol agar perusahaan tetap membumi, terus bertumbuh, memberikan manfaat, dan berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan.
“Hari ini merupakan hari yang spesial bagi kami untuk melakukan refleksi atas perjalanan selama dua tahun terakhir. Kami bersama-sama berdoa untuk kebaikan perusahaan, Kalimantan Selatan, dan Indonesia agar segera pulih dari kondisi alam yang tengah terjadi,” tutup Millyas.
Andra
