Tanah Bumbu, bbs-news.id - Kebutuhan darah yang terus meningkat di Kalimantan Selatan mendorong berbagai elemen masyarakat untuk bergerak bersama. Salah satunya ditunjukkan oleh Lotusa Batulicin by Swiss-Belhotel yang berkolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tanah Bumbu melalui aksi donor darah kemanusiaan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem solidaritas sosial di daerah, dengan menghadirkan ruang partisipasi publik yang lebih luas di luar fasilitas kesehatan konvensional.
Bertajuk Give Blood, Give Life, kegiatan donor darah tersebut digelar di Carnation 1 Ballroom Lotusa Batulicin by Swiss-Belhotel, Kamis (25/06/2026), pukul 08.00 hingga 14.00 WITA. Aksi ini dibuka untuk masyarakat umum, tamu hotel, pelaku usaha, hingga komunitas sekitar.
Berbeda dari kegiatan seremonial pada umumnya, inisiatif ini menempatkan sektor perhotelan sebagai ruang baru gerakan kemanusiaan. Hotel tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas akomodasi, tetapi juga menjadi titik temu kolaborasi sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Manajemen Lotusa Batulicin by Swiss-Belhotel menegaskan bahwa keterlibatan mereka merupakan bentuk kontribusi nyata dalam menjawab tantangan ketersediaan darah yang bersifat fluktuatif di daerah.
Kebutuhan darah di Kalimantan Selatan, termasuk Kabupaten Tanah Bumbu, terus meningkat seiring berbagai kebutuhan medis seperti pasien thalassemia, tindakan operasi, kasus kecelakaan, hingga kondisi gawat darurat yang memerlukan transfusi segera.
Di sisi lain, PMI secara konsisten mengingatkan bahwa stok darah sangat bergantung pada donor sukarela, mengingat masa simpan darah yang terbatas dan kebutuhan rumah sakit yang bersifat harian.
General Manager Lotusa Batulicin by Swiss-Belhotel, Dedik, mengatakan bahwa keterlibatan sektor perhotelan diharapkan mampu memperluas jangkauan donor.
“Hotel bisa menjadi ruang pertemuan banyak orang. Karena itu, kami ingin menjadikannya sebagai titik kolaborasi kemanusiaan yang lebih inklusif,” ujarnya.
Gerakan Kolektif, Bukan Sekadar Donasi
Kolaborasi ini juga diposisikan sebagai upaya membangun kesadaran kolektif bahwa donor darah bukan hanya kegiatan insidental, tetapi bagian dari kebutuhan berkelanjutan.
Melalui sinergi antara dunia usaha dan PMI Tanah Bumbu, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong terbentuknya budaya donor darah rutin di tengah masyarakat.
Sebagai bentuk dukungan, panitia menyediakan fasilitas konsumsi dan layanan pendukung bagi para pendonor.
Lebih jauh, kegiatan ini menjadi refleksi bahwa solidaritas sosial dapat tumbuh dari berbagai ruang, termasuk industri perhotelan, yang selama ini identik dengan sektor layanan dan pariwisata.
Dengan pendekatan kolaboratif ini, Tanah Bumbu diharapkan dapat memperkuat posisinya sebagai daerah yang aktif dalam gerakan kemanusiaan berbasis komunitas dan lintas sektor.
Andra
