Fiskal Kalsel Solid hingga Akhir 2025, Ekonomi Tumbuh Lampaui Nasional

 

Banjarmasin, bbs-news.id – Kinerja fiskal dan perekonomian Kalimantan Selatan (Kalsel) tercatat solid hingga akhir 2025. Hal ini disampaikan Kanwil Direktorat Jenderal Pajak Kalimantan Selatan dan Tengah (DJP Kalselteng) bersama Kementerian Keuangan Satu Kalsel dalam forum Assets Liabilities Committee (ALCo), Kamis (22/1).

Pada Triwulan III 2025, ekonomi Kalsel tumbuh 5,19 persen (year-on-year), melampaui pertumbuhan nasional sebesar 5,04 persen. Pertumbuhan ditopang sektor pertambangan, pertanian, dan industri pengolahan. Dari sisi fiskal, realisasi belanja APBN mencapai Rp40,34 triliun atau 96,39 persen, dengan penyaluran Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp30,13 triliun.

Kinerja perdagangan luar negeri juga positif dengan surplus neraca perdagangan sebesar US$1.105,11 juta hingga Desember 2025. Nilai ekspor tercatat US$1.229,17 juta dan impor US$124,06 juta.

Inflasi Kalsel pada Desember 2025 tercatat 3,66 persen (year-on-year), lebih tinggi dari inflasi nasional 2,92 persen. Secara bulanan, inflasi sebesar 0,76 persen dipicu kenaikan harga sejumlah komoditas pangan dan emas, meski tertahan oleh deflasi beberapa komoditas lainnya.

Sementara itu, APBD Kalsel hingga akhir 2025 mencatat surplus Rp2,69 triliun. Pendapatan daerah terealisasi Rp44,11 triliun atau 105,14 persen dari target, dengan PAD tumbuh 6,04 persen. Belanja daerah tercapai Rp41,42 triliun atau 81,4 persen.

Kepala Kanwil DJP Kalselteng Syamsinar menyebut penerimaan pajak Kalsel mencapai Rp13,35 triliun atau 64,66 persen, mengalami kontraksi 24,14 persen akibat masih lemahnya harga batu bara. Meski demikian, hampir seluruh KPP Pratama di Kalsel berhasil memenuhi target penerimaan pajak 2025, kecuali KPP Madya Banjarmasin.

Ia juga mengimbau Wajib Pajak segera melaporkan SPT Tahunan Pajak Penghasilan 2025 melalui Coretax sebelum batas akhir 31 Maret 2026 untuk menghindari kendala teknis.


Eddy /Andra